Selasa, 07 Juni 2011

Mereka dan Kita


Sengaja perempuan itu,
berbusana minim di kesunyian malam
tuk menanti sebuah kehangatan
hangat yang memanjakan dan bersahabat
bukan sekedar pelampiasan nikmat


Tanya dia tentang diri
dia kan jawab, ini profesi
agamawan bilang, ini melanggar aturan Ilahi
aku acuh tak peduli


Pengumbar birahi,
pramunikmat,
pelacur kelas kakap atau teri
atau apalah kau punya arti
Tuhan Mengerti hamba yang dikasihi


Dibawanya dia di suatu lokasi
atau ada yang sudah punya posisi
hasrat dan kebutuhan tiada henti
tuk iman yang tak sadarkan diri
mati
dan kadang bangun lagi


Usai dia diberi komisi
Tuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Atau hanya tuk lampiaskan ego pribadi


Sadarkah diantara kita ada yang sama
Dengan mereka
Cara kita lacur diri
Terhadap insan yang dicintai
Tanpa komisi
Tanpa ikatan suci
Hanya cinta sejati




Ghurfatunni'mah, 07 Juni 2011

Selasa, 21 Desember 2010

Antara Cinta

Biarlah berlalu sendiri
tanpa kau disisi
karna cinta tak harus miliki
tapi kan ku kenang kau di hati
tatkala cinta memudar, rasa sayang makin mendalam
kau bisikkan kata tuk hati..

Dalam hatiku berbisik
hari ini adalah pertemuan terakhir kita,
dalam membina pesona cinta
Bulan Desember selalu penuh cerita
antara kehilangan dan menemukan cinta

langkahkan kakimu menuju bahagia
tuk capai yang kau asa
tiada lagi canda tawa
crita kebersamaan kita

tlah lewat
jangan harap
sekilas senyuman penuh kasih
angan yang lama
bawa impian menuju harapan

Ghurfatul Huzni, 21 Demember 2010

Kamis, 25 November 2010

Hujan lebat membasahi tanah dimana aku berpijak. Saat itu aku masih berada di jalan raya karena aku baru saja ada kepentingan dengan seseorang. Kepentingan yang bisa dikatakan 'kotor'. Sebab kepentinganku berhubungan dengan orang banyak tapi aku monopoli sendiri biar bisa menjadi hak beberapa orang. Macetnya luar biasa kala hujan itu. Maklum air membanjiri jalan raya hingga sepinggul orang dewasa. Aku hanya berfikir, "ini jalan apa sungai?"



Dalam suasana macet, perlahan air sudah bisa memasuki mobil yang aku kendarai. Aku pun 'mencak-mencak' pada air, " Sialan, kenapa loe masuk juga. Bisa-bisa rusak mesin mobil gua."



tak disangka air tersebut menjawab dengan nada tinggi, " Loe manusia tu yang sialan.."

kata air yang tentu saja mengagetkan aku.



"Loe yang sialan. Ini bukan jalan loe kenapa loe jalan di jalan manusia? Loe kan udah dibuatin jalan sendiri? Masih kurang?" jawabku.



"Jalan mana?? lorong-lorong yang penuh dengan sampah itu? kolongan yang sudah tidak bisa dimasuki lagi? kau sebut itu jalan?" bantah air.



"Salah loe sendiri dibuatin jalan ga mau bayar pajak.." kataku sekenanya.



"Hah? aku harus bajar pajak?? Sory sory Jack.. gua takut kalo bayar pajak ntar pada digayuskan...." jawaban yang tak kusangka dari air yang begitu up to date.

Senin, 22 November 2010

Siksaan Sebuah Penantian

Kekasihku
Tlah lama ku merindumu
Pilu sedih dalam kerinduan ini
Menangispun tak berair mata lagi
Tapi terus tetap ku bersabar
Karena ikatan janji


Ku menunggu dengan rindunya
Ku jalani siksaan sebuah penantian
Dan akan tetap ku nantikan
Sampai kapanpun ku tetap setia


Hadirlah segera wahai kasihku
Datanglah bersama cahaya cintamu
Betapa gembira hatiku
Saat kau tebar senyum yang penuh kasih


Penantianku kan hampir berakhir
Datanglah kasih…
Aku sudah rindu..



Sragen, 15 Agustus 2000

By. ZARA

Minggu, 12 September 2010

Tiada Akhir

Tulus yang menggugah jiwa
baik ajarkan dia tentang kebiasaan
menanti ungkapan dalam setiap benak yang lara
asa bepergian hendak mencari sandaran


di atas batu itu ia menari
tanpa dilihatnya penonton yang sedang menghayati
bukan melihat
atau bertepuk tangan tentang ke elokannya dalam memainkan tubuh
ia tak menyadari karna terkonsentrasi dengan seni


maklum, begitu seharusnya
bagaikan detik jam yang selalu berputar
sebelum daya habis tak ada henti


kata-kata itu terus melaju
tanpa koma
tapi hanya ingin mencari sebuah titik,
tinta itu belum habis hanya untuk mengorbankan sebuah titik
entah, kapan keberanian tinta membuat titik


tanpa alunan
tanpa lantunan
tanpa irama permainan


sepi
biar berlalu
tak perlu disesali,

Kamar Rarapan, 13 September 2010


Kamis, 09 September 2010

Kau MilikNya

di atas dunia
adalah milikMu Yang Kuasa


Ku tak tahu harus berbuat apa
tatkala ku berhasrat tentangnya
malu ku selalu pinta
lelah sebenarnya walaupun tak boleh putus asa
atas kasih sayang yang Engkau tawarkan adanya


Yaa Malikal Mulki
Tu'ti mulka man Tasya'
bukan jabatan yang ku inginkan
bukan kemuliaan dunia yang ku harapkan
hanya ketenangan jiwa dan keselamatan
dunia sampai akhir zaman


Tuhan,
MakhlukMu yang terindah itu
membuat aku tak berdaya
Laa haula wa laa quwwata illa bika...
ku pinta kepadaMu
ku pinta ridhoMu
tuk bisa bersamaku
tuk bisa menjaga jiwaku,
keyakinanku,
padaMU
Ya Rab...


Rabu, 04 Agustus 2010

Nanggepi Pengamen

Waktu makan siang di warung MIE AYAM tiba2 ada pengamen yang nyanyi campursarinya Didi Kempot... "Permisi mbah, kulonuwun...nopo mriki daleme mbah mangun..." langsung aja ku jawab, "senes mas..mriki warung mie ayam..."