Tampilkan postingan dengan label Puisi asal-asalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi asal-asalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 November 2014

Ketika Aku

Ketika aku ziarah kubur
dikatakan aku menyembah leluhur

ketika aku mencium tangan orang alim
dikatakan aku mengkeramatkan orang

ketika aku membacakan syi'ir-syi'ir sholawat
dikatakan aku menuhankan Muhammad

ketika ku memakai cincin akik
dikatakan aku berbuat syirik

ketika aku tahlilan
dikatakan aku mencampuradukkan ajaran

ketika aku ikut istighosah
dikatakan aku pengikut bid'ah

ketika aku,
dikatakan aku,
oleh pembenci,
aku,

Jumat, 01 November 2013

Aku Pancen Asu

AKU PANCEN ASU
MENUNGSO SING LUGU
KELAKUANKU OJO DITIRU
BEN GAK DIDUKANI SIMBAHMU

AKU PANCEN ASU
OMBENANKU ORA MUNG CIU
PANGANANKU ORA MUNG SABU
BOJOKU ORA MUNG SING NANG KERTU

AKU PANCEN ASU
SABEN BENGI KLUYURAN ORA TURU
MUTER GOLEK PAPAN GOLEK KUPU


AKU PANCEN ASU
PENGGAWEANKU MUNG NIPU
SENGSOROMU ORA URUSANKU
SING PENTING BALUNGMU
WENEHNO AKU

YEN PINGIN MULUS PERKARAMU
AMARGO AKU PANCEN... A...

Jaka Cengung,
BOYOlali, 31 Oktober 2013

Senin, 07 Oktober 2013

Ombak Kemunafikan

Malam tlah larut dalam kegelapannya
aku cuma terpana melihat angin berhembus
menyibakkan rambutnya yang hitam
tak ada awan
pun tak ada sinar rembulan

Gemerlap bintang pun tak hadir
dalam pandangan mata
hanya ku lihat orang yang asyik dengan perhiasan mereka
cuma ku dengar tawa orang kaya
rintih tangis kaum papa

Hening, sungguh hening di tepi laut
oleh adanya beberapa kura yang menepi
untuk mengeluarkan telur mereka
atau hanya sekedar menjenguk bakal bayi mereka

Dalam sanggarku, aku hanya cerita
isi waktu tanpa kata

Ku jitak nyamuk yang nempel di dahi
sungguh sialan manusia penuh permusuhan
bahkan nyamuk pun seakan dendam

kedamaian mana ada bila manusia
masih selalu memperbarui senjata?
keadilan mana ada bila manusia
masih selalu merusak fakta?
kejujuran mana ada bila manusia
masih selalu berbelit dengan kata?

Aku geli melihat mereka
kata-kata mereka bagai ombak
tapi kehidupan mereka bagai rawa


Kamar senja, 07 Oktober 2013

Sabtu, 29 September 2012

Hatiku Tlah Mati


Hatiku tlah mati
Ku dah tak peduli
Terhadap semua kesengsaraan yang terjadi

Hatiku tlah mati
Ku lupakan janji-janji
Saat ku perebutkan kursi

Hatiku tlah mati
Atas rengekan bayi-bayi
Kurang gizi

Hatiku tlah mati
Tak kulihat anak sekolah susah jalan kaki
Pun gedung sekolah roboh sebentar lagi

Hatiku tlah mati
Ku relakan tanahku dicuri
Karna aku tak mrasa memiliki

Hatiku tlah mati
Kamu inginkan keadilan dan beratnya sanksi
Itu cuma mimpi

Hatiku tlah mati
Ada kesempatan aku korupsi
Tertangkap pun aku bisa lari ke luar negeri

Hatiku tlah mati
Kuhadang dia yang berani
Menghambat jalanku memperkaya diri

Hatiku tlah mati
Ketahuan aku pakai pakaian religi
Tuk sembunyikan busuknya diri

Hatiku tlah mati
Aku tak peduli
Dengan kata innalillahi…

Boyolali, 29 September 2012

Jumat, 17 Agustus 2012

SEMPRUL

Semprul,
Puasa tinggal selangkah lagi
Usai
Tak trasa sebulan
Menahan
Nafsu minum, makan
Sebadan
Seharian

Semprul,
Ada makhluk Tuhan
Merasa kehilangan
Ada juga yang mrasa bebas dari kungkungan

Semprul,
Suara petasan mengganti lantunan Qur'an
Suara deru kendaraan mengganti kultum Ramadhan
Suara tawa jalanan mengganti suara wiridan

Semprul,
Dihari kemerdekaan
Lagu pak Sby diperdengarkan
Pemudik menimbulkan kemacetan
Kecelakaan dan kematian
Polisi tak hafal lagu kebangsaan
Saat upacara kemerdekaan
Pun jelang lebaran

Semprul

Kpk menangkap tangan
Dua insan hukum dan juragan
suap-suapan
Dihari liburan..Kasiman..

Semprul
Apa makna
Dalam hati dan pikiran
Bebasnya negara dari penjajah
Bebasnya diri dari dosa

Semprul
Pancen
Semprul...

Semprul
Besok sudah hari raya
Suara petasan membahana dilangit Indonesia
Menyusul gema takbir di masjid dan mushola
Sama-sama
tiada hentinya

Semprul,
Takbir keliling tiada tempatnya
Jalan kaki ganti kendaraan beroda

Bikin tambah macet jalan raya
Sama-sama
tiada hentinya

Semprul
Semua merasakan suka
Idul fitri milik semua
Berbeda dengan puasa
Hanya milik yang ingin bertaqwa
Sama-sama
merasakan suka
tiada hentinya

Semprul
Besok orang merasa saling paling bersalah
Merasa menjadi manusia paling gegabah
Tanpa ada lagi sumpah serapah
Sama-sama
meminta rela
tiada hentinya

Semprul
apa itu dari lubuk hatinya
atau hanya pemanis bibir saja

Semprul....

Boyolali, malam takbiran 1433 H

Jumat, 27 Juli 2012

Kasih Tertahan

kala mawar tak lagi berduri
kala langit tak lagi berbintang
disitu aku berdiri
sambut kasih tak datang

sadari dirimu mengambil kisah syahdu
melambai kesana kemari hilangkan ragu
duduk memandang diriku yang memandang kaku
tak tahu darimana dan kemana suara membisu

tertekam oleh jari jemari sendiri
tak kutik

langkah jauh tak terfikirkan oleh sembarang insan
hanya tahu
sekedar tahu
tanpa memahami uluran kasih tertahan

mari,
mari,
kilatan cahaya mengarah
ikuti kemana kaki melangkah
jalan terjal berjurang
daki dengan penuh juang
tak ada kata menyerah
hanya untuk para pecundang

Kamis, 28 Juni 2012

Tukang Sulit

Tukang tipu
Tukang bohong
Tukang berkelit
Dan tukang-tukang sulit
Menjadi pekerjaan
Menjanjikan
Di dunia ini tuk menyelamatkan

Selamat diri
Dari kejaran manusia berhati nurani

Tukang bohong
Berudel bodong

Tukang tipu
Bermata satu

Tukang kelit
Berusus melilit

Kawan jadi lawan
Sahabat jadi musuh berat
Karena ulah tukang sulit

Boyolali,29 Juni 2012

Senyum Salju

Lelah ku bersandar
Melewati redup bulan berpancar
Hanya satu angka mampu menggetar
Kepalan daging layu tak bersinar

Kokoh jalan mampu menahan
Untaian air menetes di badan
Ku lihat
Ku raba
Ku pegang

Indah sapamu slalu
Melompat lompat dalam tanah bersalju
Sejuk
Teduh
Manismu
Satu

Koin ku lempar sebagai taruhan
Seperti bola menggelinding
Tak henti
Sebelum kehabisan daya
Ku trima kasih
Ku trima sayang
Ku trima cinta


Trima kasih Tuhan
Kau hadirkan dalam khayalan
Dalam lamunan
Dalam impian


Boyolali, 28 Juni 2012

Sabtu, 07 Januari 2012

Cintaku

Jangan kau tinggalkanku
Kaulah siang dalam senjaku
Kau bukan orang asing,bukan pula tamu
Jangan biarkan ku menderita karna rindu
Jiwamu adalah hidupku
Bayanganmu adalah cahayaku

Aku sangat mencintaimu
Cinta tak trucap kata
Namun trasa dihati

Dan selalu
Cinta tak menyadari kedalamannya
Sebelum saat perpisahan tiba..

Minggu, 11 Desember 2011

Resah Terarah


Pergilah
Kemana kau langkah
Hilangkan semua gundah
Saat muncul segala resah
Tuk kembali ukir sebuah kisah indah

Hembusan angin menyapu sampah berserak
Tak terkumpul hanya dengan teriak
Ambillah dengan badan tegak
Bersikap seperti permainan seorang anak

Jangan hanya terpaku dengan anganmu
Tak terasa terenggut nyawamu
Berkurang, hilang, asa dalam benakmu
Benang tipis sesaat putus oleh waktu

Dalam langkah kau temukan salah
Kembalilah.. kembalilah..
pada Dia Yang Membuat engkau dari sari tanah
ingatlah Dia dengan bibir basah
berharap kasih langkah terarah

Musuhmu adalah hatimu
hati yang berbisik belokkan jalanmu
jalan yang kan kau tuju
kebahagiaan abadi nan syahdu

Boyolali, 12 Desember 2011

Selasa, 23 Agustus 2011

Kemuliaanmu Ada Tanpaku

Bulan kemuliaan
bulan saat kitab suci diturunkan
bulan kala siang nafsu dan lapar ditahan
pahala amal kebajikan dilipatgandakan
segala dosa penuh dengan ampunan

Bulan yang selalu dinanti-nanti
bagi hamba yang mengerti

Ramadhan,
bulan mulia bukan harus dimuliakan
sebab setan dibelenggu dalam kasih Tuhan
masih ada jalan kemaksiatan
hanya manusia bersikap menahan
menahan emosi dari pengrusakan
kerusuhan
permusuhan
pen.tu.ngan ! ! !

Entah,
kedangkalan
atau kefahaman
tentang ajaran
atas dasar kemuliaan
dari bulan

Atau bulan telah ternoda
dengan adanya godaan jalan merajalela
atau ulah razia mereka
yang berbaju agama ? ? ?

Bulan tetap mulia
walaupun manusia sedunia
tidak memulyakannya. . .



Ghurfatul Intidzor, 23 Agustus 2011

Senin, 22 Agustus 2011

Semerbak kemunafikan

Termenung,
menatap angan
keindahan kehidupan
lampau terkenang


bayang-bayang musykil terlukis dalam benak
bimbang, ya dan tidak
ku hanya terpaku kemolekanmu nan semerbak

keanggunanmu entah karna kemunafikan
ataukah memang setiap saat kau lakukan
ku suka,
tapi apa sekarang lupa


Manakah sekarang kau langkah?
Manakah sekarang kau jamah?
Manakah sekarang kau tambah?


apa kau ingkari
apa kau tak peduli
dimanakah kau
kini



Ghurfatul Intidzor, 23 Agustus 2011

Selasa, 07 Juni 2011

Mereka dan Kita


Sengaja perempuan itu,
berbusana minim di kesunyian malam
tuk menanti sebuah kehangatan
hangat yang memanjakan dan bersahabat
bukan sekedar pelampiasan nikmat


Tanya dia tentang diri
dia kan jawab, ini profesi
agamawan bilang, ini melanggar aturan Ilahi
aku acuh tak peduli


Pengumbar birahi,
pramunikmat,
pelacur kelas kakap atau teri
atau apalah kau punya arti
Tuhan Mengerti hamba yang dikasihi


Dibawanya dia di suatu lokasi
atau ada yang sudah punya posisi
hasrat dan kebutuhan tiada henti
tuk iman yang tak sadarkan diri
mati
dan kadang bangun lagi


Usai dia diberi komisi
Tuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Atau hanya tuk lampiaskan ego pribadi


Sadarkah diantara kita ada yang sama
Dengan mereka
Cara kita lacur diri
Terhadap insan yang dicintai
Tanpa komisi
Tanpa ikatan suci
Hanya cinta sejati




Ghurfatunni'mah, 07 Juni 2011

Selasa, 21 Desember 2010

Antara Cinta

Biarlah berlalu sendiri
tanpa kau disisi
karna cinta tak harus miliki
tapi kan ku kenang kau di hati
tatkala cinta memudar, rasa sayang makin mendalam
kau bisikkan kata tuk hati..

Dalam hatiku berbisik
hari ini adalah pertemuan terakhir kita,
dalam membina pesona cinta
Bulan Desember selalu penuh cerita
antara kehilangan dan menemukan cinta

langkahkan kakimu menuju bahagia
tuk capai yang kau asa
tiada lagi canda tawa
crita kebersamaan kita

tlah lewat
jangan harap
sekilas senyuman penuh kasih
angan yang lama
bawa impian menuju harapan

Ghurfatul Huzni, 21 Demember 2010

Senin, 22 November 2010

Siksaan Sebuah Penantian

Kekasihku
Tlah lama ku merindumu
Pilu sedih dalam kerinduan ini
Menangispun tak berair mata lagi
Tapi terus tetap ku bersabar
Karena ikatan janji


Ku menunggu dengan rindunya
Ku jalani siksaan sebuah penantian
Dan akan tetap ku nantikan
Sampai kapanpun ku tetap setia


Hadirlah segera wahai kasihku
Datanglah bersama cahaya cintamu
Betapa gembira hatiku
Saat kau tebar senyum yang penuh kasih


Penantianku kan hampir berakhir
Datanglah kasih…
Aku sudah rindu..



Sragen, 15 Agustus 2000

By. ZARA

Minggu, 12 September 2010

Tiada Akhir

Tulus yang menggugah jiwa
baik ajarkan dia tentang kebiasaan
menanti ungkapan dalam setiap benak yang lara
asa bepergian hendak mencari sandaran


di atas batu itu ia menari
tanpa dilihatnya penonton yang sedang menghayati
bukan melihat
atau bertepuk tangan tentang ke elokannya dalam memainkan tubuh
ia tak menyadari karna terkonsentrasi dengan seni


maklum, begitu seharusnya
bagaikan detik jam yang selalu berputar
sebelum daya habis tak ada henti


kata-kata itu terus melaju
tanpa koma
tapi hanya ingin mencari sebuah titik,
tinta itu belum habis hanya untuk mengorbankan sebuah titik
entah, kapan keberanian tinta membuat titik


tanpa alunan
tanpa lantunan
tanpa irama permainan


sepi
biar berlalu
tak perlu disesali,

Kamar Rarapan, 13 September 2010


Kamis, 09 September 2010

Kau MilikNya

di atas dunia
adalah milikMu Yang Kuasa


Ku tak tahu harus berbuat apa
tatkala ku berhasrat tentangnya
malu ku selalu pinta
lelah sebenarnya walaupun tak boleh putus asa
atas kasih sayang yang Engkau tawarkan adanya


Yaa Malikal Mulki
Tu'ti mulka man Tasya'
bukan jabatan yang ku inginkan
bukan kemuliaan dunia yang ku harapkan
hanya ketenangan jiwa dan keselamatan
dunia sampai akhir zaman


Tuhan,
MakhlukMu yang terindah itu
membuat aku tak berdaya
Laa haula wa laa quwwata illa bika...
ku pinta kepadaMu
ku pinta ridhoMu
tuk bisa bersamaku
tuk bisa menjaga jiwaku,
keyakinanku,
padaMU
Ya Rab...


Senin, 19 Juli 2010

Rekening Gendut

Rekening masih kurus
belum gendut

Bukan gendut
tapi busung lapar....

Boyolali, 20 Juli 2010


Di bawah Gundukan Tanah

Apa kata
tatkala tlah sampai kita dalam puncak hidup
diam,
tanpa kata
hanya isak tangis dunia
atau tawa mereka yang ria

Apa kita bawa
tak ada
kecuali tindak baik kita
pada sesama
pada sekelilingnya
ataupun
pada Sang Pencipta

Hening suasana
terbawa duka

Di bawah gundukan tanah itu
tlah terbujur kaku
sebujur jasad yang hidupnya dielu-elu
padahal sejatinya berbuat munafik selalu
munafik terhadap diri
munafik terhadap anak istri
munafik terhadap kawan dan famili
juga munafik terhadap Ilahi

Terlambat,
tatkala gundukan itu brada di atas kakunya jasad
tertutup pula pintu taubat
atas segala perilaku maksiat
dan tinggalkan amal ibadat

Getun atau penyesalan yang ada
kenapa waktu di dunia kesempatan baik dibuat sia-sia
kepentingan nafsu tuk foya
setiap saat terbersit dalam dada
manusia
lupa
usia

injakan kaki-kaki manusia diatas gundukan itu
mengingatkan bahwa kita tiada guna



Boyolali, 19 Juli 2010


Selasa, 13 Juli 2010

Selamat Tidur

Tiada sapa
menjelang rebahnya jasad
setelah seharian penuh karya
tiba tuk mata terpejam sesaat

Engkau,
Kasihku,
tlah lentangkan diri
tinggalkan aku yang masih jaga

Lelah terpancar dari tidurmu
nyenyak,
jinak,
enak,
teriring irama sepi malam

Sayang,
jemput aku dalam impimu
sambut hangat tanganku
selamat malam
selamat tidur..


Kamar Ratapan, 14 Juli 2010