Jumat, 06 September 2013

Kopi Gila

Kunikmati pagi ini dengan menyedot sebatang Djarum Super dengan sruputan kopi lembut dari negeri seberang. Kicauan burung saling bersahutan seakan memakiku yg hanya termenung saja. Lalu ku ambil koran kemarin tuk ku baca lagi. Ah, isinya tetap sama. Orang gila!!
Tak ada orang gila yang tidak diberitakan. Bahkan yg tidak masuk berita pun masih banyak. Andaikan dimuat akan menjadi tumpukan koran. Termasuk kegilaanku pagi ini yg telah termaki oleh kicauan burung.


"ndak kerja, le?"
suara lembut emakku mengagetkan lamunan gilaku.
"ndak, mak. Lagi males.."
Ku pikir pagi ini kenikmatan hanya terdapat pada secangkir kopi dan kepulan asap Djarum Super. Kerja? Besok juga masih bisa. Pikirku. Sekali lagi, burung berkicau semakin kencang dan bersahutan. Seakan menyalahkanku yang pemalas dan gila ini. Urusanmu pikir sendiri, nuk..
Emakku tak memaksa atau memarahiku karena kemalasanku ini. Ia tahu bagaimana bersikap terhadap anak yang gila ini. Ah, kasihan mereka yang sering dibentak2 emaknya hanya karena masalah sepele. Tak tahu apa itu karena nakalnya anak atau tak ngertinya emak.


"kalo ndak kerja, sana mandi dulu."
Bujuk emak sambil meneruskan menyapu halaman belakang rumah.
"urip iku kudu resik awake, resik pekarangane karo resik atine.." kata emak terhadap dirinya sendiri seperti orang ngomel dan orang gila..
Aku cuma bersikap acuh sambil menghisap batang rokok Super ini. Sedotan terakhir.


Tiba-tiba Aku teringat dawuh simbah "Umur ki ora iso tambah, tapi sudo. Mulo amalmu tambahono."
Spontan saja secangkir kopi yang tinggal setengah itu langsung Aku habiskan. Walau sebetulnya kurang afdhol kalo ngopi dengan cara minum. Ngopi ya ngopi. Sruput dikit-dikit. kata2 simbah itu menggugah pikiranku tuk keluar dari lamunan ini menuju kenyataan. Kerja. Kerja juga termasuk amal. Kalo Aku cuma berdiam diri cm mengurangi umur.
Ku beranjak mandi dan ku hidupkan motor bututku.
"kemana, le?" tanya emak.
"berangkat kerja, mak." jawabku sambil cium tangannya. Lalu ku bergegas tancap gas.
"dasar bocah gemblung. Katanya ndak kerja."
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar